25
Feb
08

Patiently…Sincerely…That’s ISLAM ; Ayat-ayat Cinta

Aku suka penggalan kalimat itu.
Sudah menonton Ayat-ayat Cinta The Movie?. Aku sudah. Tepatnya hari ini. Hari senin. Tanggal 25 Pebruari ini. Setelah maghrib. Di Premiere Studio Plaza Indonesia Entertainment X’nter. Hasilnya? Not bad but it was so different. Ini subjektif. Menurut pendapatku saja. Karena aku juga bukan kritikus film. Tapi apa yang aku lihat memang berbeda dengan yang aku baca. Yah, kalo bisa dibilang serupa tapi tak sama. Hehe.
Ayatayatcinta Ayat-ayat Cinta. Yang aku tau, ini adalah sebuah novel penuh idealisme. Tokoh utamanya yang sangat ‘lurus’. Cerita penuh pesan2 moril dan nilai2 syariat. Membacanya seakan membuat kita merasa belum menjadi orang yang ber-Iman sesungguhnya. Termasuk aku. Tapi bisa menjadi sebuah pemicu untuk mencoba menjadi seorang yang Idealis. Kisah romantis Islami dengan latar belakang kehidupan Mesir, membuat nuansa Timur Tengah menjadi sangat kental terasa. Akhir cerita yang mengharu-biru tetapi membahagiakan, membuat kita tersentuh akan ceritanya. Dan yang pasti akan membayangkan visualnya akan menjadi sangat menarik. Akan menjadi tontonan yang Idealis juga. Tapi…Jangan berharap begitu banyak yah. Hehe.
Tengoklah di awal cerita nantinya. Kita akan langsung melihat satu adegan dimana Maria datang ke flat Fahri untuk membetulkan komputernya. Jauh berbeda dengan novelnya bukan?Mdpost_6 Karena tentunya dalam syariat Islam dan budaya Timur Tengah, tidaklah mungkin -atau tepatnya tidak sopan- seorang wanita masuk ke rumah seoarang lelaki. Tapi ini film Indonesia bukan film Timur Tengah toh?. Jadi tak apalah. Kisah cintanya juga harus digambarkan tentang kisah cinta anak muda Indonesia juga. Hehe.
Aku suka setting dan Original Soundtracknya. Menurutku sangat sesuai dan sangat menggambarkan filmnya. Backsound serta Musicnya juga keren dan pas sekali dengan akhir ceritanya yang mengharu-biru.
Di film ini aku paling suka, adegan di penjara, saat Maria di Rumah sakit, dan di pengadilan. Adegan inilah yang menurutku cukup mengharukan, dan sangat pas dengan musicnya. Tapi segalanya memang beda. Seperti yang aku bilang tadi. Serupa tapi tak sama. Yang aku tau dan aku baca, di penjara seharusnya Fahri tak hanya berdua. Ada beberapa orang dan dua orang diantaranya adalah Akademisi juga. Tapi yang aku tau juga, Maria tidak hidup sampai bisa tinggal serumah dengan Aisha?. Tapi, yang aku tau juga Aisha adalah sosok istri yang sabar dan bertutur kata lembut?  Tapi masih banyak lagi…Tapi…Akh,,,STOP…Inikan film Indonesia. Jadi yah, harus disesuaikan toh?.
Dan, aku kan emang udah pernah bilang, sebuah wujud visual masih belum mampu untuk mengimbangi tulisan-tulisan indah para penyair dalam wujud Novel. Tapi sungguh, Filmnya juga menarik kok. Aku tidak kecewa. Tapi aku juga tidak sebegitu senangnya. Karena yang aku lihat dan aku baca memang berbeda. Yang jelas, aku suka. Suka ajah.
Untung aja di film itu ada kalimat ;
Patiently…Sincerely…That is ISLAM.

Jay




0 Responses to “Patiently…Sincerely…That’s ISLAM ; Ayat-ayat Cinta”


  1. No Comments

Leave a Reply