Dan hampir tiga-puluh-hari aku di sini. Untuk bulan
yang berbeda. Dan pastinya dengan rutinitas yang berbeda. Tapi aku masih sama. Je m’appelle Jay. Harry Sanjaya. Je suis
écrivain. Masih dan akan selalu tetap suka menulis. Karena tulisan inilah
nafasku. Untuk bisa selalu kuhembuskan agar bisa menghidupkan duniaku. Dunia
yang masih selalu membingungkanku. Karena aku memang tak pernah mengerti.
Di sinilah aku sekarang. Masih dan akan tetap
merindukan kalian. Semua yang telah menjadi prosesi hidupku. Datang dan pergi
tanpa aturan waktu. Tapi akan menjadi sebuah kesan. Je comprends, le mémoire…
Aku masih selalu ingin tau. Aku masih selalu ingin
pintar. Dan aku selalu ingin bisa menulis dengan bahasa. Paling tidak, itu yang
aku tau dari méthode de français yang
telah aku pelajari sebulan ini di kelas Perancis itu.
Ne vous inquiétez
pas. Je vous promets que vous saurez tout sur je sais…
le mémoire…
Jay
Bahkan hingga sekarang
Di saat kau jauh maupun selalu ada di dekatku
Aku tak henti-hentinya menyadari
Aku benar-benar sayang padamu.
Dan kau…
Selalu membuat aku merasa beruntung telah bersamamu
Kini kau…
Selalu meyakinkan aku bahwa aku telah benar-benar
beruntung memilikimu.
Aku tidak baru atau sedang menyadarinya sekarang
Aku telah tahu dan mengerti bahwa itu telah jauh
kusadari
Aku selalu sadar bahwa semuanya untuk kita
Dan aku semakin sadar bahwa segalanya begitu indah.
Untuk setiap perhatian itu
Untuk segala nasihat itu
Untuk kebahagiaan yang kita lalui
Dan untuk kesulitan yang akan kita hadapi
Kita akan bersama…
Karena kau…
Aku telah beruntung memilikimu…
Jay
It was a
fully-romantic-exotic-cheapest-and gorgeous place.
Jumat [3/8] kemarin dikasih kesempatan ke Yogyakarta. Karena ini adalah kali pertama daku di beri
kesempatan tuk ke Yogyakarta. Tentunya sangat
senang sekali. Terbang dari Jakarta
dengan pesawat pagi. Tidak terlalu pagi tepatnya. Pukul 10 pagi. Dalam rentang
waktu empat-puluh-lima menit saja kami sudah tiba di Bandara Adi Sucipto, Yogyakarta. Perjalanan yang singkat. Karena dalam rentang
waktu tersebut aku masih membayangkan apa yang akan aku lakukan di kota yang –menurutku-
romantis itu.
Setelah tiba di Bandara Adi Sucipto, Mas Roy –aku
lebih nyaman nyebutnya Bang Roy- sudah menunggu untuk menjemput kami. Berdua
dengan rekannya. Bang Roy
adalah teman lama Bang Irman dan Bang Adi. Tak berlama-lama di Bandara kami pun
langsung menuju ke tempat tujuan. Untuk penginapan, agar tentunya tidak memakan
biaya, nantinya untuk dua malam ke depan kami menginap di rumah Bang Roy saja.

Sore pun menjelang. Setelah menyelesaikan berbagai
aktivitas yang memang harus di kerjakan. Saatnya berlibur. Tujuan pertama
pastinya Jalan Malioboro. Ini adalah nama jalan yang sudah sangat tidak asing
di telinga. Sebuah jalan lurus yang nantinya akan tersambung ke Jalan Ahmad
Yani, menuju Alun-alun dan Karatonan. Di sepanjang jalan lurus pastinya sangat
ramai dengan berbagai macam aktivitas perdagangan. Full of Becak and Sado. Transportasi yang nyaman dan tidak
berpolusi. Dengan transportasi inilah perjalanan mengelilingi kota Yogyakarta kami mulai. Naik Becak. Sangat
nyaman. Dengan tiupan angin yang membuat sore yang tak panas jadi semakin
sejuk. Tujuan pertama adalah Taman Sari. Tempat pemandian selir-selir sultan di zaman Kerajaan dulu. Masih tampak kokoh dan
masih tampak sangat indah. Selanjutnya belanja beberapa lukisan di Taman Sari.
Melihat mesjid bawah tanah. Menapaki satu persatu daerah dan wilayah kekuasaan
Kesultanan yang konon katanya di kelilingi oleh air. Semuanya sangat indah.
Tak terasa senja pun tiba. Kami kembali ke
Malioboro. Singgah sebentar ke Mal Malioboro. Karena nantinya janji bertemu
dengan Bang Roy di tempat itu. Bang Roy
baru kembali dari kantor setelah pukul 8 malam. Kami pun duduk sambil menikmati
sajian kopi di Excelso. Hingga bang Roy datang dan kemudian
makan malam di warung pojok dan kembali
ke rumahnya untuk beristirahat.

Karena tentunya kelelahan, tak terasa aku baru
tersadar pada pukul 8 pagi. Hari ini sudah berbagai rencana telah kami susun.
Kami pun prepare untuk perjalanan
yang akan dilakukan. Dengan mobil Xenia hijau, tujuan pertama adalah Candi Borobudur.
Rasanya perjalanan ke Yogyakarta tidak akan
syah jika tidak ke candi yang pernah masuk menjadi salah satu tujuh keajaiban
di dunia itu. Dalam rentang waktu satu-setengah jam kami sudah tiba di kawasan
Candi Borobudur. Kami harus berjalan dari pintu gerbang utama menuju candi
tersebut. Cukup jauh memang. Tapi menjadi tidak terasa karena kami lalui sambil
tertawa dan bersenda gurau bersama. Banyak sekali tempat yang bagus untuk di
jadikan latar belakang foto. Huehue. Berhubung daku penganut narcissme, jadinya setiap tempat
dijadikan sarana dan background untuk
foto-fotoku. Huehue. 
Setelah lelah mengelilingi candi tersebut. Kami pun
tak ingin membuang waktu berlama-lama. Istirahat sebentar di gerbang keluar kawasan
candi. Kemudian kami melanjutkan perjalanan menuju pantai Kukup dan Pantai
Baron. Menempuh tiga jam perjalanan, dengan melewati kawasan gunung kidul.
Akhirnya kami sampai di Pantai Kukup. Hanya mengambil beberapa foto dan merasa
kurang nyaman di pantai tersebut, kami pun berpindah ke Pantai Baron. Di pantai
ini kami menikmati waktu senja hingga matahari terbenam. Makan berbagai aneka
masakan Seafood yang lezat. It was so gorgeous. 
Karena tak ingin terlalu malam tiba di rumah. Kami
pun memutuskan kembali ke rumah. Tiba di rumah pukul 9 malam. Dan karena ini
malam minggu. Rasanya tak nyaman untuk menghabiskan waktu di rumah. Huehue.
Jadilah kami ke Hugo’S Café. It was a clubbin’ place. Pecinta dunia
malam Yogyakarta pastinya tak asing dengan
tempat ini. Huehue. Menghabiskan malam hingga mengantuk. Pukul 2 pagi kami pun
memutuskan kembali ke rumah. Dan beristirahat.

Dan sekarang hari Minggu. Hari ini adalah hari
terakhir kami di Yogyakarta. Malam ini akan
kembali ke Jakarta.
Kembali menyusun rencana untuk menghabiskan siang dan sore ini. Kami memutuskan
ke Kaliurang. Karena area sejuk di kawasan Gunung Merapi itu
adalah kawasan terdekat. Menikmati sajian tarian Kuda Lumping. Makan Sate
Kelinci. Dan belanja Batik di salah satu gerai Mirota menjadi agenda perjalanan yang kami lalui. Hingga senja pun
tiba. Di akhiri dengan belanja Bakpia
Pathok. Selanjutnya menuju stasiun kereta. Beristirahat di Kereta api
menuju Jakarta.
Hingga pagi. Senin pagi tepatnya. Dan bekerja kembali. Hiks
Yogyakarta…will be missing
you….Huehue.
Berjanji pasti akan kembali…
Jay.
[Yang berakhir]
Dua tahun mungkin bukan waktu yang singkat. Untuk bisa saling mengenal. Berteman. Hingga bersahabat. Banyak cerita yang telah di lalui. Tentang kesedihan. Kebahagiaan. Menangis. Bahagia. Sakit. dan tertawa bersama. Semua telah di lalui. Dengan suasana yang begitu kekeluargaan. Dengan tekanan-tekanan yang coba di atasi untuk masalah pekerjaan. Pelanggan. Bahkan untuk masalah kondisi kerja yang hampir tidak kondusif. Tapi kita bahagia. Untuk itu semua. Keputusanku telah ku ambil. Bukan bahagiaku yang terenggut. Tapi aku mencoba mencari kebahagiaan baru. Tak mudah mengubah rutinitas itu. Tak mudah melupakan setiap kondisi itu. Cukup berat jika mengingat semua yang pernah terjadi di sana. Kebersamaan dan seluruh aspek yang mendukungnya. Karena aku telah belajar dari sana. Bahkan sangat banyak belajar. Terima kasih.
Yang takkan pernah terlupa. Untuk setiap yang tlah datang dan pergi dalam ruang lingkup itu. Membuat aku belajar banyak sekali sifat. Banyak perwatakan. Dan banyak tingkah laku serta kecerdasan. Untuk teman-teman di call center Telkomsel, Medan ; Maaf untuk setiap perkataan dan kesalahan yang pernah di perbuat. Kalian teman-teman terbaik.
[Yang akan dimulai]
Sebuah awal adalah pilihan sulit. Pekerjaan sukar. Tapi proses pembelajaran. Masih sangat banyak yang perlu dipelajari. Untuk diperjuangkan. Untuk berusaha. Dan untuk kebahagiaan. Aku cuma ingin terus belajar. Hanya ingin bisa maju. Dan hanya berfikir di awali untuk diriku sendiri. Karena aku yang menentukan. Aku sang pembuat keputusan. Dengan segala doa dan ikhtiar ini.
Jay