Tetesan air mata itu.
Masih ku ingat. Dan akan selalu ku ingat.
Bahkan, untuk kalimat terakhir yang engkau ucapkan sebelum aku beranjak pergi dari rumah itu, akan selalu terngiang dalam telingaku. Memberikan bisikan halus. Haru. Dan semangatmu ; Jangan tinggalkan Sholat.
Dua malam terakhir sebelum aku pergi. Aku bahagia. Duduk tertawa bersamamu. Memberikan makanan yang kau suka. Melihat kau sehat lagi. Setelah seminggu sebelumnya kau masih tak mampu untuk duduk. Kau sehat kembali. Aku bahagia.
Kau semangat untuk setiap langkah yang akan ku ambil. Kau semangat untukku untuk melakukan apa saja yang menurutmu baik. Untuk setiap doamu. Untuk setiap restumu. Untuk setiap nasehatmu. Aku sayang kamu. Ibu.
*bahkan untuk setiap kata yang tertulis ini aku masih tak kuat menahan setiap tetesan air mata itu.
Jay