Archive for May, 2007

27
May

I’m the lucky one???

*Sebelumnya terima kasih untuk setiap comment2 orang yang udah mau baca blog ini. Walopun sebenernya comment nya gag langsung ke blog ini. Gag langsung konfirmasi ke aku. Tapi malah membentuk mindset sendiri. Mencibir. Atau mungkin malah memberikan opini sendiri kepada orang lain. Whateverlah!!!. Ini blog ku. Ini hak ku. Benarkah???.

Untuk bahagian fikiran yang lain.

Aku sedang merasa dalam sebuah masa dimana aku sedang belajar. Menghargai orang lain. Mencoba tidak merasa resah jika orang berusaha mencampuri urusanku dengan setiap fikiran-fikiran negatif mereka. Dan mencoba menganggap bahwa mereka hanya ingin aku perhatikan. Setiap fikiran negatif mereka ada lah akar untuk bisa menumbuhkan setiap kemajuan yang selalu ingin aku buat. Aku ingin mereka tau. Dan hanya dalam sebuah wujud pembuktian.

Terima kasih untuk semuanya. Aku hanya merasa menjadi beruntung. Banyak2 perhatian dari semuanya. Untuk seorang yang kini ada disini. Di hati ini. Setiap perhatian itu adalah nafas. Dari sanalah kita bertahan. Terima kasih juga untuk kalian yang memang selalu ingin tau atau karena kalian memang sebenarnya tak ingin. Setelah rentang masa itu. Maafkan aku.

Untuk rosie. Maaf untuk penyebutan nama ini. Maaf untuk semuanya. Satu hal yang perlu diketahui. Cuma ingin fikiran negatif itu di buang. Teman2 yang ada di Friendlist ini tak akan pernah ku hapus. Aku masih menghargai sebuah persahabatan sejati. Menghargai setiap atau seluruh kebaikan2 dari seluruh sahabat-sahabat yang memang masih memberikan aku kesempatan menjadi seorang yang beruntung memiliki kalian.

Yang pasti…thx for all..

I’m the lucky one….

Jay

14
May

| Sepi…

Baru aja satu hari…
Dan aku udah kangen…*Hlaaah*

Lagi prepare nyiapain segala sesuatu yang bisa bikin maju. Lagi pengen nyelesain baca semua buku-buku yang kemarin udah di beli. Membunuh sepi.
Tapi ini komitmen. Wajib di pegang untuk sebuah konsistensi. Aku bahagia.

Honestly. Bener-bener stuck dengan kerjaan yang sekarang. Jenuh. Lagi bener-bener pengen kerjaan baru yang bisa lebih baik. Juz praying…dan usaha juga lah pastinya. Lagi bosan dengan Medan juga. Pengen jauh dari sini. Gag mau dengar cerita-cerita negatif di sini.

Dan yang pasti…menunggu saat itu tiba.
Menjadi lebih baik dan lebih maju dengan setiap usaha dan kerja keras sendiri.
Belajar dari setiap kedewasaanmu. Untuk bisa mencoba sempurna.
Aku yakin.

Jay

08
May

Tentang malam itu…

Sabtu malam yang indah.
Di dermaga itu. Dengan cahaya yang redup. Bertabur bintang dan bulan yang masih
malu untuk menunjukkan purnamanya di balik awan gelap itu.

Kau mengatakannya. Kau
melafalkannya. Kalimat yang sudah sama-sama kita ketahui. Dan kalimat yang
sudah sangat ingin kita sampaikan dan kita dengarkan. Untuk pengharapan sebuah
anggukan. Untuk sebuah kalimat ; yes i do.

Kalimat itu sukses kita
tuntaskan. Sukses kita selesaikan. Dengan setiap senyuman kita. Dengan setiap
kebahagiaan kita. Karena kita tlah yakin. Aku yakin dan kaupun yakin. Meskipun
kita tahu segala konsekuensinya. Untuk bentangan jarak yang akan kita lalui.
Dan jarak yang akan menghalangi kerinduan kita. Untuk rasa, sentuhan dan bahasa
tubuh. Kita yakin.

Kita telah
mengucapkannya. Kita telah membahasnya. Dan kita tlah mengetahuinya. Karena
kita yakin.

 

I am in a
relationship now…
And I am
happy…
For a long
distance relationship…
But…I believe…It
will be a process…
For a
happieness…

 
Luving u… From
d deep of my heart…
Believe me…

 
SABANG yang
indah…..!!!

 

Jay

08
May

Sabang…I’m coming!!!!

Sabang1
Jumat (04/05) kemarin
jadi saat2 yang pastinya emang aku tunggu2 banget. Cuti. Berhenti dari
rutinitas kantor yang emang sudah sangat membuat jenuh. Dan akhirnya aku ke
Sabang, bersama dirinya dan Raka.
Di mulai dari Jumat
sore, aku berangkat dari Medan dengan Lion Air. Tiba di Bandara Sultan Iskandar
Muda jam setengah 6 sore. Dan alhamdulillah pak Wira dengan ikhlas menjemput.
Hehe.
Selanjutnya tujuan kami menuju kost-an pak Wira. Karena rencananya emang mau numpang
nginap di sana
satu malam dulu. Jadilah kami ke tempat pak Wira di daerah Lampineung *sorry
klu penulisaannya salah, hehe*, tapi
sempat singgah dulu di Kantor GraPari Banda Aceh. Kyaa…ternyata GraPari Banda
Aceh tuw kecil yah. Hihi.

Nyampe di rumah pak Wira. Prepare tuk makan malam. Dan setelah semuanya selesai. Kami pun berangkat ke
kawasan Jalan Kartini. Daerah Kota sih. Di sana makan nasi campur gitu. Tapi
enak banget. Abis makan, trus ke A&W
tuk jumpain bang Uul yang udah nunggu di sana bareng temen2nya.
Kita balik lagi ke rumah
Wira dan masih nyempetin juga ke Warkop daerah Lampriet. Nongkrong di sana
sampe jam 12 an juga, Abis tu balik ke kost-an Wira, dan istirahat.

Pagi2 bener udah harus
bangun.
Karena kita pada mau ke pelabuhan. Mau ke Sabang. Jadilah
bangunnya masih terkantuk-kantuk. Pak Wira tak dapat turut serta, dikarenakan
ia harus piket di hari sabtu yang indah ini. Perjalanan ke Pelabuhan pun di
lanjutkan dengan naik becak motor. Seru. Kita jadi bisa liat banyak banget
kawasan penguburan massal untuk korban-korban Tsunami Desember 2004 kemarin. Dari
kejauhan juga kita masih bisa ngeliat kapal Tanker yang terdampar di
tengah-tengah  pemukiman penduduk. Sisa-sisa
musibah yang tlah dijadikan monumen. Dan indah.

Sabang2
Tibalah di pelabuhan
menuju Sabang. Kapal cepat berlabel Pulo
Rondo
sudah menunggu di sana. Kapal yang bagus. Tidak sampai 1 jam kita
udah nyampe di Sabang. Kota yang indah dan bersih. Perjalanan pun dilanjutkan. Selanjutnya
tiba di tengah kota Sabang. Kami yang tadinya berlima, akhirnya menemukan dan menambah temen lagi. Ada Eby dan
Linda yang masing2 juga kerja di NGO. Eby dari Simeuleu dan Linda dari UNDP
Banda Aceh. Wanita-wanita yang seru. Hehe.

Karena kami sekarang
bertujuh, dan sepertinya lebih hemat kalau menyewa mobil di Sabang. Jadilah
mobil di sewa. Mitsubishi Super Wagon. Dengan biaya 400 ribu untuk 1×24 jam.
Kami pun melanjutkan perjalanan. Selanjutnya tujuan utama adalah untuk menginap
di wilayah Iboih. Tapi, karena begitu banyak pemandangan yang sangat indah,
jadilah kami banyak singgahnya. Ada satu jalan yang sangat banyak monyetnya.
Ada satu kawasan yang pemandangannya sangat indah. Ke wilayah Gapang yang full of cottege. Dan selanjutnya sengaja
melewati Iboih menuju kawasan Nol Kilometer
Indonesia
.
Di
kawasan ini ada monumen yang bagus. Dan sangat Historical pastinya. Berhubung everyone
in this trip many2 Narcisser
. Jadilah pasti selalu ada acara foto2nya. Tapi
seru abis. Selanjutnya kita balik ke Iboih, dan stay di sana. Tempat yang sangat indah yang pernah ku lihat. Laut yang sangat jernih.
Dengan terumbu karang yang indah. Juz
wanna Snorkling.
And we have done!!!
Great!!.

Ini Sabtu malam. Dan ini
malam yang indah. Karena ini adalah awal segalanya. Untuk ku ceritakan dalam
satu postingan yang lain. Tentang aku, dia dan malam itu.
Tentang
situasi dan kondisi romantis itu. Tentang malam indah itu. Aku bahagia.

Setelah istirahat
pendek. Karena hampir begadang semalaman. Kami pun tak ingin melewatkan hari
Minggu yang cerah itu. Tujuan hari ini adalah menyebrang dengan boat ke Pulau Rubiah. Pulau yang juga sangat indah. Dan disinilah terumbu karang terindah di Sabang ini
bisa kita jumpai. Melanjutkan Snorkling.
Dan tertawa bersama. Bahagia. Hingga siang. Dan kami harus kembali menuju ke pelabuhan.
Untuk kembali ke Banda. Perjalanan yang singkat tapi sangat mengesankan.

Sabang….Sungguh tak
ingin melepasmu…

Dan ku pasti akan
kembali…

 

Jay

 

02
May

| Juz enjoyed…

Udah hampir dua pekan gag buka friendster. Gag update blog. Udah banyak juga kejadian yang tlah ngerubah segala-galanya. Belum ngerubah status ini. Tapi tlah merubah rasa ini.
Seminggu kemarin adalah hal paling berat. Mengenyampingkan segala fikiran-fikiran negatif orang tentang aku. Karena mereka tidak mengerti. Dan aku yang menjalaninya, karena aku manusia yang berfikir.
Dia menarik. Dia baik. Bahkan sangat baik. Itu yang aku tau. Tapi untuk sebuah komitmen. Aku masih menunggu. Belum saatnya. Karena aku masih tetap manusia yang berfikir.
Terima kasih untuk dua sahabat terbaikku. Drg. Dedi dan Raka. Untuk setiap nasihat dan dukungan tentang fikiran-fikiran negatif orang. Yang memang seharusnya tak perlu kita bahas. Tapi dalam sepekan ini, Drg. Dedi tlah pergi. Jauh dari kota ini. PTT ke daerah sangat terpencil. Tapi kita yakin. Kita akan abadi.
Satu berita baik yang masih aku dapatkan. Aku tlah mengucapkan selamat tinggal untuk obat-obat itu. Untuk test terakhir. Dan aku menjauh. Terima kasih.

Aku cuma berusaha meyakini apa yang aku rasakan saat ini. Membiarkannya mengalir. Menikmati setiap nafasku yang selalu kuhembuskan. Dan menikmati setiap senyuman itu ketika mata kita berada pada titik yang sama. Ini seperti yang ku rasakan kemarin. Untuk satu yang lain sebelum engkau. Yang tlah menyakiti tapi tak membuat dendam. Ku yakin kau tak begitu. Tapi belum sebuah pencapaian klimaks untuk sebuah komitmen.
Aku cuma ingin meresapi…
Aku hanya mau merasakan…
Dan hanya ingin menikmati…

Untuk klimaks ini.
Untuk saat-saat itu…

PS : Besok cuti 4 hari dan dirikuh berangkat ke Banda Aceh. Mau ke Sabang.
       I guess, this is the right time…for us. juz hoping.