14
Apr
07

| Kamar Penyiksaan |

Jumat kemarin libur. Sempat ke kantor karena harus refreshment ‘Halo eksekutif’. Sebenernya malas banget. Tapi yah, karena gag tau mau kemana lagi. Yah akhirnya aku pun refreshment. Karena Raka pun sedang pergi mengunjungi kekasihnya di kota yang nun jauh di sana. Dan dokter gigi yang pastinya hari ini di prakteknya. Akhirnya pun di betah2in ke kantor lagi. Sampe jam 6 sore.
Setelah mutusin tuk keluar dari kantor. Jadi bingung mau kemana. Memutuskan untuk pulang. Tapi tepat di depan jalan masuk ke Jalan Selamat. Kayaknya motornya gag mau berhenti. Jadinya keterusan ajah. Sebenernya emang niat di lewatin sih. Karena berubah fikiran tuk main ke prakteknya si Dokter Gigi. Nyampe di situ. Si Dedi lagi baca-baca buku di kamar prakteknya sambil nunggu pasien. Dan karena ngeliat dia nyantai. Jadinya tiba2 kok punya niat spontan tuk cabut gigi, yang memang udah sering sakit. Gigi yang sudah sangat lama berlubang ini. Dan emang dari dulu takut kali untuk di cabut. Akhirnya kata2 spontan itu pun terucapkan, "Ded, aku cabut gigi lah..". Kya..Jadi sial banget ngucapinnya.
Akhirnya prosesi yang menakutkan itu pun berlangsung. Di mulai dari Anastesi. dirikuh di suntik dan terbius. Karena biusnya lokal. Yah tentu saja setiap apa yang dikerjakan si Dedi dengan gigiku masih bisa aku imajinasikan. Walaupun aku ngak ngeliat langsung. Yang aku bayangkan pasti gusiku di sobek-sobek. Dan bersamaan dengan itu darahku banyak keluar seiring dengan anjurannya untuk berkumur. Empat puluh lima menit itu terasa seperti bertahun-tahun. Tak kunjung selesai. Dan akar gigiku yang menurut Dedi emang bandel. Sulit kali untuk di cabut. Sampai aku harus di anastesi lagi. Hiks.
Dan…Kamar itu pun menjadi saksi. Saksi kejadian berdarah di malam itu.
Doh…padahal besoknya dirikuh ada test lanjutan di salah satu instansi pemerintahan. Ampuun dah. Akhirnya malam itu aku tertidur di rumah. Gag kemana2 lagi.
Mudah2an ini kali terakhir aku ke kamar praktek itu. Gag mau cabut gigi lagi.
Memang benar. Kamar praktek Dokter gigi itu menakutkan.
Kamar penyiksaan….

Jay




0 Responses to “| Kamar Penyiksaan |”


  1. No Comments

Leave a Reply