Keberimbangan
dalam pemberitaan. Mungkin itulah yang bisa diartikan untuk sebuah kalimat cover bothside. Aplikasinya tak hanya
harus dalam setiap pemberitaan melalui media massa. Dan aku fikir aku memerlukannya
sekarang. Di saat menerima satu berita negatif yang aku dengar dari orang lain
tentang diriku. Di saat sebenarnya aku berusaha untuk bersikap skeptis untuk setiap berita-berita miring
itu. Tapi sebenarnya miris.
Kadang
aku merasa mereka semua tidak adil. Mereka tidak pernah tau semuanya. Mereka
hanya mengetahui sebagian dan selalu menjadi yang lebih tau. Berusaha
memaksimalkan pengetahuan mereka yang sedikit untuk mendapatkan simpatik atau
mungkin banyak dukungan untuk setiap langkah yang mereka ambil.
Mungkin
hanya berharap, mereka bisa mengerti makna cover
bothside ; atau setidaknya pernah mengetahui bahwa setiap berita yang ada
harus ada perimbangannya. Atau mungkin aku dan dia harus duduk dalam satu meja.
Menjelaskan. Agar setiap berita itu tidak simpang siur. Agar mereka bisa duduk
mendengarkan. Dan mereka tidak selalu bermain dengan mindset mereka sendiri untuk bisa memahami sifat atau bahkan mencari-cari
keburukan orang lain.
Tapi
untuk berada dalam satu meja itu tidaklah mungkin. Aku bukan selebiriti. Dia
juga bukan politisi. Dan mereka bukan pers. Tapi mereka sepertinya ingin
menjadi pers. Atau mereka memang cuma banci?
Yang bisa bercerita di sana-sini. Tak perlu banyak bukti. Tapi hanya punya pepesan
kosong yang tak pernah berisi.
Aku
maafkan. Karena aku tak peduli. Bukan dari kalian aku hidup. Tapi dari setiap
masalah yang kalian berikan aku bangkit. Terima kasih.
Untuk kamu ;
Percayalah bahwa jika kita
yakin untuk apa yang kita perbuat. Kita tak perlu mendengarkan setiap bibir
negatif orang lain. Karena mereka tak pernah tau. Hanya kita yang tau. Bahwa
itu memang tidak benar.
Untuk kalian ;
Mungkin yang kalian dengarkan hanya dari
seseorang dan kalian mencoba meyakini. Tapi sebenarnya kalian tidak tau. Aku
maafkan. Jika itu menjadi sebuah fitnah. Tak ada dendam. Dan kami tak perlu
duduk bersama. Menjelaskan.
Jay
ada kata yang sebernarnya sulit untuk aku ungkapan. tapi aku ushakan agar semua yang aku fikirkan dapat terbahasankan.
banyak cara dan waktu aku habiskan untuk sekedar menyapa sesosok teman yang aku tau sekarang bernama ‘jay.
yang aku tau dia bernama harry sanjaya, sosok kurus yang sekarang menjelma tanpa melarva.
akhirnya aku menemukanmu, dibalik setiap layer yang aku perlahan satu demi satu.ternyata banyak yang tidak aku ketahui, banyak makna didirimu yang aku sudah tidak kenal lagi.
apa masih ada arti teman seperti aku ini, bagi jay yang telah melambung tinggi tak tertahankan lagi.
atau aku akan jadi sebuah mimpi yang terlupakan setelah muncul realiti.
hanya sebuah afasi….
4catra ;
catra, aku masih Harry yg dulu. Masih Jay yang dulu. Apa makna nama yang berbeda, jika yang dituju adalah sama?.
Kangen ama temen2 Smu..
Jay bukan menjauh, tapi jay hanya ingin berjuang, mendekat dari sebuah bentangan jarak.
Kau masih sahabatku. Lebih dari sekedar sahabat 3 tahun untuk sebuah bangku dalam sebuah kelas klasik.
Itu satu bahagian indah dalam satu prosesi hidupku….
Salam ama temen2 Smu yang lain jika tatapan masih menjadi sebuah asa.
Selamat berjuang. Sukses dengan PNS nya yah..hehe.