Ini bagian cerita yang lain.
Tentang kalian yang selalu bisa membuat aku tersenyum.
Tentang kebahagiaan kalian yang slalu ingin kalian bagi.
Untuk mengisi ‘kosong’ itu.
Terima kasih.
Kamu dan kamu adalah orang itu. Kalian berdua selalu bisa buat aku tersenyum. Aku cuma tak ingin salah lagi. Kalian ada bukan untuk menjatuhkan. Kalian ada untuk ketegaran ini. Kita bertiga tau, kita tlah pernah salah.
Tapi sekarang kita disini. Di garis kebahagiaan ini. Satu dari kita. Kau. Telah menemukan orang baru. Pemberi perhatian. Kau bahagia. Dia bahagia. Dan aku bahagia. Kita sahabat yang bahagia.
Kita tau. Kita pernah salah bertumpu. Hingga orang yang kita yakini berpaling. Menusuk dari belakang. Tapi tertawa manis di depan kita. Sahabat apakah??
Aku yakin dengan persahabatan ini.
Kita. Kau, aku dan dia. Kau yang bahagia. Dari kampung halamannya. Membawa senyum. Hingga ke tengah kita. Kami bahagia. Untukmu. Sahabat.
Tapi kalian tau. Aku masih nyaman dengan ini. Dan hanya kalian yang mengerti mengapa aku begini. Bukan seperti mereka. Mereka yang dulu. Yang juga bersama kita. Cuma ingin bahagia. Tapi menusuk dan memfitnah. Tersenyum di depan kita. Tapi hatinya tak ingin. Kita pun melupakan. Maafkan.
Terima kasih masih bisa membuat aku tersenyum.
Pagi ini. Di depan komputer ini. Di kantor ini.
…………………………………………….|untuk sang Raka dan sang Dokter gigi|
Jay
0 Responses to “Sahabat apakah??”
Leave a Reply