Archive for March, 2007

27
Mar

Yesterday ; It was a lazy time…

It was about yesterday ; Tuesday.

Udah bangun pagi-pagi benar. Padahal baru aja shift 7. Di paksa gara2 my sista gedor2 pintu kamar minta di antarin. Hiks.
Karena gag bisa tidur lagi, selanjutnya ya ke rumah Raka. Minta temenin dia ngambil Kacamata di Optik.
Kacamata?? Yah karena emang matanya udah gag bisa ditolerir kalo’ udah di depen komputer kantor. Udah berasa gag nyaman karena gag bisa ngebaca tulisan yang kecil2 lagi. Akhirnya dirikuh pun memutuskan memakai kacamata ini. Hiks.
Tapi benda ini gag akan dipake’ kalo’ gag benar di depan komputer dan yang berhubungan dengan baca membaca.
Abis ngambil Kacamata, ke Medan Fair bentar tuk Reaktivasi kartu Halo ku lagi, yang sudah lama sekali tidak teraktifkan. Hehe. Dan selanjutnya balik ke rumah. Tapi itu sudah jam setengah 4 sore. Dan aku harus siap2 ngantor!!. Lelah…
Nyampe di kantor tau2 udah terima berita gag enak lagi. Hiks. Abis kena tabing, dan dirikuh salah kasih informasi ke pelanggan. Aku kena conseling. Seumur-umur kerja, baru sekali kena conseling dan gag nyaman banget.
Gag enak karena ngerasa ngelakuin hal yang bodoh. Seharian kerja semalam jadi mikirin itu ajah. Mungkin di jadiin pelajaran ajah kali yak. Gag ada manusia yang sempurna toh? Belajar dari kesalahan aja. Juz promise make a progress bout my knowledge..

Ough,,,Yesterday, It was really a lazy time,,, and shocking time,,,i guess.

Jay

PS : Jadi ngerasa tertantang. Ini harus jadi conseling terakhir. Sampai akhir kontrak ini. WAJIB. Juz do d best…

 

17
Mar

| juz…wanna write |

Sabtu niy.

Off day. And this is d day 2.

Jumat semalam jadi balik ke Tamora. Ngambil kereta aka motor. Jadinya sekarang udah ada ‘kaki’ lagi. Tapi tetep aja masih gag semangat. Semalam masih ‘puasa’ ngomong ama Papa. Trus, abis ngambil motor, langsung balik ke rumah Selamat 98.

Malamnya hang out bentar bareng Raka ama Drg. Arman. Setelah nunggu dia praktek. Nongkrong di rumah bang Dedi. Sampe jam 2 an juga. Sang dokter gigi ulang tahun. Hehe. Selamat ulang tahun yak pak dokter. Moga panjang umur dan sukses selalu. Sampe akhirnya jam 4 pagi baru nyampe rumah Selamat 98. Raka dan drg. Arman pun tidur di rumah Selamat 98. Dan all of us baru kebangun jam 10-an. Keluar dari rumah jam 12-an. Dan misah tuk beraktivitas masing2. Karena Raka lagi fallin in luv gituw d. hehe. Secara sedang di kunjungi his hon dari kampung halamannya. he2.

Janji mau ketemu lagi yah abis maghrib ini. Tapi sampe jam 7 ini masih belum ada sms dari mereka. Yo weis..dirikuh pun akses internet lah di rumah. Mumpung lg sepi. huehue.

Ini sambil denger 2 lagu Indonesia yang gag bakalan pernah bosen di dengerin ampe kapan pun. Kau dan Aku by Nidji dan Ruang Rindu by Letto. I luv that song very much…till the end of,,,

PS : Hari ini ada Maliq n d Essential di Uniland Plaza. Pengen banget nonton. Tapi segalanya gag memungkinkan….Hiks.

Jay

12
Mar

Sahabat apakah??

Ini bagian cerita yang lain.
Tentang kalian yang selalu bisa membuat aku tersenyum.
Tentang kebahagiaan kalian yang slalu ingin kalian bagi.
Untuk mengisi ‘kosong’ itu.
Terima kasih.

Kamu dan kamu adalah orang itu. Kalian berdua selalu bisa buat aku tersenyum. Aku cuma tak ingin salah lagi. Kalian ada bukan untuk menjatuhkan. Kalian ada untuk ketegaran ini. Kita bertiga tau, kita tlah pernah salah.

Tapi sekarang kita disini. Di garis kebahagiaan ini. Satu dari kita. Kau. Telah menemukan orang baru. Pemberi perhatian. Kau bahagia. Dia bahagia. Dan aku bahagia. Kita sahabat yang bahagia.

Kita tau. Kita pernah salah bertumpu. Hingga orang yang kita yakini berpaling. Menusuk dari belakang. Tapi tertawa manis di depan kita. Sahabat apakah??

Aku yakin dengan persahabatan ini.
Kita. Kau, aku dan dia. Kau yang bahagia. Dari kampung halamannya. Membawa senyum. Hingga ke tengah kita. Kami bahagia. Untukmu. Sahabat.
Tapi kalian tau. Aku masih nyaman dengan ini. Dan hanya kalian yang mengerti mengapa aku begini. Bukan seperti mereka. Mereka yang dulu. Yang juga bersama kita. Cuma ingin bahagia. Tapi menusuk dan memfitnah. Tersenyum di depan kita. Tapi hatinya tak ingin. Kita pun melupakan. Maafkan.

Terima kasih masih bisa membuat aku tersenyum.
Pagi ini. Di depan komputer ini. Di kantor ini.

…………………………………………….|untuk sang Raka dan sang Dokter gigi|

Jay

12
Mar

Kosong…

Sekarang pukul 2 dini hari. Selasa.

Tentang satu hari sebelum hari ini.
Ini tentang kekosonganku.
Seperti tak ada tempat berpijak dan tak ada tempat berlindung.
Hampa. Kosong.

Fikiranku memang tak pernah akan sejalan dengan fikirannya. Meskipun bersamanya aku tumbuh. Dan bersamanya aku menjadi sekarang ini. Dengan segala ke-egoisannya. Dengan segala sifat mutlak nya. Dan dengan ke-diktatorannya. Tapi darahku adalah darahnya.

Setiap komunikasi yang aku buat dengannya tak akan pernah bisa berujung pada sebuah simpul. Selalu teracak dan terbelit. Aku sungguh tak pernah mengerti. Meskipun fikirku akan selalu ingin mengerti. Tapi dagingku adalah dagingnya.

Aku bisa seperti sekarang ini karena dia. Dan itu tak pernah ku tampik. Tapi sungguh aku tak ingin punya sifat seperti dia. Tak ingin sifatnya menjadi sifatku.
Aku sayang dia untuk segala yang ia beri untukku. Tapi aku tak pernah sayang dengan sifatnya. Dengan keras hatinya. Dan dengan fikiran2nya.

Kita sedarah. Kita sedaging. Karena akulah darahmu. Dan akulah dagingmu.
Tapi kita selalu di persimpangan ini. Berharap lampu merah itu berada pada waktu yang sama. Dan kita bisa berhenti berdampingan. Tapi ini kenyataannya. Aku ataupun kau selalu ingin menerobos lampu itu. Dengan kerasnya fikir kita.

Maafkan aku. Kau ku maafkan. Dan kau tak berhak meminta maaf. Karena itu menjadi hakku. Kau hanya punya hak memaafkan.

Dengan segala kerasnya hati dan fikirmu…
Aku cuma ingin doa mu…
Aku cuma ingin restu mu…

sekali lagi ; maafkan aku.
Papa…

Jay

10
Mar

Monolog

"Aku masih tak ingin"

   "Sesungguhnya aku sangat ingin"

"Aku masih merasa sekarang keadaannya jauh lebih baik"

   "Tapi aku tak pernah baik"

"Mengapa kau masih tetap berada di sana?"

   "Aku tak pernah baik"

"Aku selalu ingin menjadi orang yang baik"

   "Aku ingin berada di sana"

"Tapi aku tak pernah baik"

   "Mungkin aku memang harus berada di sini"

"Untuk menjadi seorang aku yang baik"

   "Maafkan aku"

"Aku belum menjadi baik"

  "Maafkan aku"

  "Tak pernah menjadi baik"

………………………………………"sesungguhnya aku sangat ingin"

Jay