Untuk sebuah kejujuran.
Vacillate ~kebimbangan~ ini masih ada.
Mungkin aku adalah orang yang selalu menimbang segala keadaan dengan seluruh konsekuensinya.
Aku masih manusia yang berfikir. Masih manusia perasa. Dan masih manusia biasa. Dengan segala keterbatasan ini.
Setiap keadaan dan peristiwa aku anggap adalah proses pembelajaran.
Aku tersanjung dengan segala perhatian itu. Aku bahagia dengan segenap dukungan itu. Dan aku tidak menampik aku tlah merasakan yang sama seperti yang kau rasakan.
Tapi ini keterbatasanku. Aku bukan orang yang selalu ingin me-lisan-kan setiap apa yang ku rasa. Apa yang ada disini. Di hati ini. Cuma aku yang tahu. Dan hanya bisa ku bagi dengan setiap wujud kasih sayang ini.
Setiap tulisan-tulisan yang telah aku buat adalah wujud segala yang ada. Untuk rasa. Jiwa. Dan setiap perbuatan yang selalu tak ingin aku lisan-kan.
Kaulah bunga itu. Mungkin kaupun tau. Tapi setiap duri yang ada pada tangkai itu akan selalu menjadi segala rintangan setiap langkah yang aku lalui. Duri itu lah pertimbangannya.
Untuk makna pertanyaan kemarin ;
Vacillate first edition ; Ini ku tujukan untuk seseorang yang telah pergi bersama segala yang ia buat. Dan ingin kembali padaku.
Vacillate second edition ; Ini ku tujukan untuk seseorang yang pernah ada di sini. Di hati ini. Dan masih akan tetap berada di sini. Tapa dia tak ingin di sini.
Vacillate third edition ; Ini ku tujukan untuk seseorang yang kini akan berada di sini. Ada dalam setiap hari-hari ini. Tapi masih dalam suatu proses ini.
Setiap kebimbangan adalah Jalan. Untuk seorang manusia berfikir dan bisa menjadi seorang yang lebih baik di masa yang akan datang.
Mengertilah.
Jay