Seminggu ini, banyak juga cerita yang mau dibagi. Tapi lagi kehabisan ide untuk nulis. Jadi malas banget ngebagi apa yg aku punya. Lebih sering nulis blog dari ponsel, tapi males banget tuk di postingin.
After 3 hari yang membahagiakan kemarin. Aku masih memiliki beberapa hari bahagia lagi sesudahnya. Bersama dia. Yang mampu buat aku tenang. Tapi selalu memberi batasan ; Batasan rasa dan waktu. Argghh….:-(
Sekarang lagi di kantor niy. Hari kedua masuk malam. Dan masih akan ada 2 hari lagi. Hiks. Tapi gapapa juga siy. Profesional….hehehe….<acem betull aja>.
Tadi juga baru baca buku baru dari Dedie. Chicklit gitu d kayaknya. Biasalah dari Ninit Yunita <www.istribawel.com>, dan buku ini kayaknya juga udah ada filmnya. HEART judulnya.
Baca bukunya kayaknya lebih sedih gitu dari filmnya. Hehe. Secara sebenarnya aku kemaren gag nonton filmnya. Hehe. Dan emang gag minat juga. Lebih enak baca bukunya.
Jadi inget salah satu kalimat di buku itu d. "Cinta itu…Bisa membuat orang yang kita cintai…Bahagia". Sentimentil sentences. Tapi kena banget. Hehe.
Betapapun sakit yang kita rasa. Kita harus bahagia untuknya. Bisa memberikan satu kebahagiaan hakiki pada orang yang kita cintai itulah CINTA. Meskipun kita harus rela mati. Haruskah???
Mungkin karena ini banyak pelanggan yang minta NSP ; Haruskah ku mati dari Ada band <<hahaha…gag nyambung>>.
tentang aku, dia dan sahabat
Sahabat adalah orang yang mampu memberi kita saran, masukan dan cerita-cerita yang bisa membuat kita sedih, bahagia serta tertawa. Dan dia ku miliki. Sedih juga karena sahabat harus mengalami hal yang sama seperti yang aku alami. Padahal aku selalu berbagi masalah itu padanya. Dia membantuku melupakannya. Dia membantuku untuk kembali padanya karena tidak berhasil melupakannya. Dan dia mendorongku untuk bangkit dari sakit dan keterpurukan. Tapi mengapa ia mengalami hal yang sama?? Sungguh ini tak ku inginkan.
Dia adalah orang yang telah pernah berkhianat padaku. Tapi rasa ini terlalu kuat. Terlalu besar untuk bisa membencinya. Hingga itu tak pernah terjadi. Bahkan hingga kini. Untuk keragu-raguan yang selalu ia berikan padaku. Tapi aku meyakininya. Aku yakin untuk keputusanku bisa menerimanya kembali; meskipun ia belum. Sahabatku pun meyakiniku. Ia lebih yakin kalau aku masih bisa bahagia bersamanya. Meskipun ia tau betapa sakitnya sebuah pengkhianatan dan kebohongan; Dan kini pun ia pun mengalaminya. Untuk kasus yang hampir sama.
Sahabat. Aku yakin kau mampu cukup dewasa untuk keluar dari masalah ini. Dan kaupun ku yakin lebih bijak menghadapi keadaan ini. Sama seperti dorongan yang kau berikan kemarin. Meskipun ini sakit dan berat. Tapi ku yakin masih ada harapan untuk semuanya.
Kamu selalu berkata bahwa mereka tak pernah bahagia dengan pasangan mereka. Dan kamu pun selalu bertanya bahwa ; Jika mereka mampu atau bisa dan akan bahagia di samping kita, kenapa kita yang harus di sakiti? Apa salah kita???
Percayalah…Jawabannya akan ada beberapa hari ini. Untuk senyum kita. Dan kebahagiaan kita.
Untukmu; sahabat. Meskipun dia selalu dihatiku.
Tapi kau akan selalu hidup. cheers.
Jay