If it’s wrong to tell the truth
Then what am I supposed to do
When all I want to do is speak my mind
If it’s wrong to do what’s right
I’m prepared to testify
If loving you with all my heart’s a crime
Then I’m guilty….
I wanna give you all the things you never had
Don’t try to tell me how he treats you isn’t bad
I need you back in my life
I never wanted just to be the other guy
I never wanted to live a lie
<BLUE>
PS : You know what i mean lah….
Jay
Lagi hilang mood banget niy. Hiks
Tadi siang abis bangun tidur. Papa nelfon. Kita sempat bersitegang. Dan ini melalui telfon. Dan ini yang aku gag suka. Percakapan melalui telfon selalu berbatas. Apa yang menjadi maksud kita selalu tidak tersampaikan dengan jelas. Dan memang kami harus bertemu.
Kenapa ada ketegangan ini??
Sepenuhnya aku juga gag terlalu tau apa sebenarnya ini masalahnya. Kayaknya ada satu masalah yang baru ia ketahui dan berkaitan denganku. Tapi ini udah menyebabkan pemikiran kami malah jadi gag sejalan. Semuanya memang perlu penjelasan. Untuk smsku terakhir ke papa juga tak berbalas hingga kini ; Sebegitu marahnya kah ia??
Aku cuma berharap…
Aku cuma bisa berdoa…
Semoga bisa segera keluar dari masalah ini…
Aku gag mau jadi anak durhaka
Dan aku masih terlalu sayang Papa ; walaupun prinsip kita selalu berbeda.
Untuk hari selasa besok, aku harus balik ke Tamora. Untuk penyelesaian semuanya…
Dan semoga semua dapat selesai…Amieenn.
Untuk kasus yang lain ;
Gag cuma untuk satu masalah. Untuk malam ini muncul masalah baru. Ngak berkaitan dengan masalah yang pertama. Ini soalan rasaku. Untuk seseorang ; dan untuk tiga cinta yang telah di buatnya. Aku cuma berharap kau mampu membenarkan apa yang kau anggap benar. Dan itu harus dari hati. Bukan fikiran sesaat ataupun materi ; Aku yakin kau jauh tlah menjadi bijak.
Maafkan aku jika aku tak mampu dan tak ingin ini diselesaikan malam ini. Karena aku cukup lelah untuk hari buruk ini. Dengan pekerjaan yang berat di Kantor dan dengan berbagai macam perasaan gundah untuk masalah dengan Papa. Kau pun tau masalah itu. Karena kau berada tepat disampingku saat itu.
Akh,,,aku ingin hari ini cepat berlalu.
What a F**king day..!!!! Huh..!!
it’s really heavy and bad day…….
Jay
Kemarin <26/07> aku off day gitu. Dan emang udah dari kemaren2 udah di rencanain mo mudik a.k.a
pulang kampong. Hehe. Akhirnya kesampaian juga. Walopun sebenernya rumahku juga
gag kampong2 kaliy. Hehe <maksa>. Dan ditambah juga emang suasana yang
ngedukung juga. Ma luvly juga lagi
mudik soalnya. Jadi kan gag enak ajah kalo’ libur harus jalan sendiri di Medan.
Akhirnya anak mudanya pun meluncur ke Tamora
jam 11 siang. Nyampe di rumah tiba2 Ma Sista sudah menyambut dengan stupid question. Huuh..!. Kan lucu ajah.
Masa dia nanya begini ; “Koq dateng lu, tumben niy…kehabisan duit yak??”. Excuse meeeee!!!!!! Koq di bilang dateng
siy?? Itu kan rumah aku juga. Yah walopun emang belon di wariskan, tapi yang
penting itu masih sah sebagai tempat anak mudanya berlindung. Aku pun dengan
sigap menjawab ; “Tolong yah diganti kata2nya, dateng jadi pulang, OK. Dan gag
mungkinlah anak mudanya kehabisan duit, secara aku pengusaha, hahahaha”. Kami
pun tertawa bersama.
Kyaa…mungkin my sista ada benernya juga siy. Secara rumahku yang di Tamora ini.
Cuma 20 menit dari Medan kalo naik motor. Tapi tetep ajah aku jarang balik. Dan
emang juga jadi ngerasa asing. Tapi asyik juga kalo’ udah kangen my room dan segala2 yang ada di
dalamnya. Aku pun jadi betah seharian di rumah. Nonton beberapa film2 dvd
bajakan yang baru aku beli kemaren di pajus. Sampe’ dengan doorsmeer motor sendiri. Untuk case
yang terakhir emang sangat jarang aku lakuin.
Tapi pas pulang kemaren emang di rumah lagi
gag lengkap juga. Papa lagi ke luar kota. Tempat ma brother tugas di luar kota. Tapi masih ada ma mother. Serruu dahh…!!!.
Dan aku pun mutusin tuk bobo’ di sana satu malam. Di kamar yang hampir 2 bulan ngak aku
tidurin <pasca sakit kemaren>.
Oughh…I luv ma home…
I luv ma room…
And I luv ma family…!!!
Miss you….
Jay
Seminggu ini, banyak juga cerita yang mau dibagi. Tapi lagi kehabisan ide untuk nulis. Jadi malas banget ngebagi apa yg aku punya. Lebih sering nulis blog dari ponsel, tapi males banget tuk di postingin.
After 3 hari yang membahagiakan kemarin. Aku masih memiliki beberapa hari bahagia lagi sesudahnya. Bersama dia. Yang mampu buat aku tenang. Tapi selalu memberi batasan ; Batasan rasa dan waktu. Argghh….:-(
Sekarang lagi di kantor niy. Hari kedua masuk malam. Dan masih akan ada 2 hari lagi. Hiks. Tapi gapapa juga siy. Profesional….hehehe….<acem betull aja>.
Tadi juga baru baca buku baru dari Dedie. Chicklit gitu d kayaknya. Biasalah dari Ninit Yunita <www.istribawel.com>, dan buku ini kayaknya juga udah ada filmnya. HEART judulnya.
Baca bukunya kayaknya lebih sedih gitu dari filmnya. Hehe. Secara sebenarnya aku kemaren gag nonton filmnya. Hehe. Dan emang gag minat juga. Lebih enak baca bukunya.
Jadi inget salah satu kalimat di buku itu d. "Cinta itu…Bisa membuat orang yang kita cintai…Bahagia". Sentimentil sentences. Tapi kena banget. Hehe.
Betapapun sakit yang kita rasa. Kita harus bahagia untuknya. Bisa memberikan satu kebahagiaan hakiki pada orang yang kita cintai itulah CINTA. Meskipun kita harus rela mati. Haruskah???
Mungkin karena ini banyak pelanggan yang minta NSP ; Haruskah ku mati dari Ada band <<hahaha…gag nyambung>>.
tentang aku, dia dan sahabat
Sahabat adalah orang yang mampu memberi kita saran, masukan dan cerita-cerita yang bisa membuat kita sedih, bahagia serta tertawa. Dan dia ku miliki. Sedih juga karena sahabat harus mengalami hal yang sama seperti yang aku alami. Padahal aku selalu berbagi masalah itu padanya. Dia membantuku melupakannya. Dia membantuku untuk kembali padanya karena tidak berhasil melupakannya. Dan dia mendorongku untuk bangkit dari sakit dan keterpurukan. Tapi mengapa ia mengalami hal yang sama?? Sungguh ini tak ku inginkan.
Dia adalah orang yang telah pernah berkhianat padaku. Tapi rasa ini terlalu kuat. Terlalu besar untuk bisa membencinya. Hingga itu tak pernah terjadi. Bahkan hingga kini. Untuk keragu-raguan yang selalu ia berikan padaku. Tapi aku meyakininya. Aku yakin untuk keputusanku bisa menerimanya kembali; meskipun ia belum. Sahabatku pun meyakiniku. Ia lebih yakin kalau aku masih bisa bahagia bersamanya. Meskipun ia tau betapa sakitnya sebuah pengkhianatan dan kebohongan; Dan kini pun ia pun mengalaminya. Untuk kasus yang hampir sama.
Sahabat. Aku yakin kau mampu cukup dewasa untuk keluar dari masalah ini. Dan kaupun ku yakin lebih bijak menghadapi keadaan ini. Sama seperti dorongan yang kau berikan kemarin. Meskipun ini sakit dan berat. Tapi ku yakin masih ada harapan untuk semuanya.
Kamu selalu berkata bahwa mereka tak pernah bahagia dengan pasangan mereka. Dan kamu pun selalu bertanya bahwa ; Jika mereka mampu atau bisa dan akan bahagia di samping kita, kenapa kita yang harus di sakiti? Apa salah kita???
Percayalah…Jawabannya akan ada beberapa hari ini. Untuk senyum kita. Dan kebahagiaan kita.
Untukmu; sahabat. Meskipun dia selalu dihatiku.
Tapi kau akan selalu hidup. cheers.
Jay
Aku bahagia untuk kebersamaan ini. Aku bahagia bisa bersamamu.
Aku bahagia untuk waktu yang kau berikan. Tapi aku tidak bahagia dengan keragu-raguanmu.
Mengapa masih ada batasan itu. Batasan waktu yang selalu masih mampu tuk memisahkan.
Aku gag rela melepasmu untuk hari ini. Tapi ini kenyataannya. Kau memang harus pergi.
Walau ku yakin untuk sesaat.
Tapi ku bahagia untuk kebersamaan kemarin. Aku bahagia kau mampu disampingku.
Aku bahagia kau telah mampu memberi keputusan. Walaupun masih ada batasan itu.
Terimakasih untuk waktumu.
Terimakasih untuk kebersamaan kita.
Terimakasih untuk pelukanmu.
Dan terima kasih untuk batasan yang kau berikan.
Untuk 3 hari yang membahagiakan ini…
Jay